Thursday, November 10, 2011

Opini Kasus di Timika

Selasa malem ga sengaja lihat acara di tipi wan, ternyata lagi ada jlc ngebahas tentang kisruh yang lagi rame di papua. Rasanya jadi ingin ikut berkomentar, ya boleh lah ya sebagai salah satu warga negara Indonesia ikut menyumbangkan pemikirannya. Kebetulan aja pernah ke tanah papua tepatnya di timika, Mungkin bisa dilihat di postingan berseri perjalanan ke timika dari Timika I'm Coming dan Cerita di Timika

demo ptfi


Jadi berdasarkan berita yang sekarang lagi rame tu tentang pemogokan buruh pt freeport. Mereka menuntut kenaikan gaji alias upah. Nah semalem tu sibang one langsung wawancara via telpon dengan koordinator aksi yang ada disana. Jadi katanya sekrang ini upah mereka adalah 3 juta (ini adalah gaji pokoknya) klo misal ditambah tunjangan dan lain lain maka take home pay mereka adalah 8 juta. Nah mereka gak puas tu dengan gaji yang Cuma 8 juta itu, makannya mereka minta kenaikan gaji pokok yang tadinya 3 juta jadi 11 juta, berarti klo sama tunjangan ya minimal 16 juta lah ya? –GAJI SEBULAN-

Jadi boleh lah sekrang kita katakan tuntuntan mereka adalah mendapatkan gaji sebulan 16 juta (itu juga gaji minimal, posisi paling rendah) jadi bisa diibaratkan disana bisa aja rata rata gaji mereka 20 juta per bulan, alamakkkkkk... Alasan mereka soalnya gaji mereka sekrang tidak sebanding dengan gaji ekspatriat(pekerja asal luar negeri) soalnya gajinya 30 juta. Hmmm iya juga si, tapi kan orang luar negeri itu didatangkan tentunya karena mereka ahli, jadi wajar klo mereka dapat segitu. Selain itu biaya hidup di luar negeri juga lebih mahal bukannya ya?

Nah mereka sampe sekrang masih nuntun tu gaji pokok minimal 11 juta itu (klo plus tunjangan bisa jadi 20 juta). Yakh, bayangin aja, kemaren saya bulan agustus kesana makan padang 25 ribu/bungkus hanya dengan ayam. Lha klo sekarang dengan gaji yang diminta oleh pekerja itu naek 4x lipat, apa gak nantinya harga sebungkus nasi padang dgn lauk ayam jadi 100ribu (bayangpun bayangpun sodara sodara).

Mari kita analisa dari segi sosial di mimika. Orang mimika yang kerja di freeport kan gak semuanya juga, apakah nanti tidak menimbulkan kecemburuan sosial? Mereka gajinya jauh dan jauh lebih banyak besarnya. Lalu gimana para karyawan pekerja biasa lainnya? Lalu bagaimana dengan para pns juga? Tentunya gak mungkin naik kan? Beda perusahaan dan beda urusan, tapi mereka juga kena imbasnya juga tentunya. Pas mulai ramai2 freeport rusuh, ojek yang biasanya 5ribu udah naek jadi 10ribu, nah lho, itu padahal gaji blm naek baru rusuh2 aja. Klo udah naek bukan tidak mungkin nasi padang bener2 100ribu per bungkus.

Dari analisa bisnis juga, akan terjadi ketimpangan sosial terhadap gaji pekerja tambang. Tentunya para pekerja tambang di perusahaan laen akan berpikir ikut2an demo biar gaji naek, ato bahkan pada keluar trus pindah ke freeport. Nah lho, kasus lagi kan? Trus hubungannya dengan industri lain bagaimana? Pasti berpengaruh juga kan?

Tapi sebagai warga biasa, saya si paling menyoroti terhadap masalah sosial disana. Sebaiknya karyawan yang nuntun kenaikan upah itu bisa lebih berpikir logis lah. Gak usahlah minta sampe 4x lipat itu. Mungkin cukup 2x lipat saja, itupun juga udah besar, trus bisa juga meminta kesejahteraan setelah pensiun buat hari tua. Itu kan lebih bagus, jadi nanti setelah fisik gak kuat, masih ada dana. Karena kemarin pas disana sempet diceritaain, kebiasaan buruk orang sana itu suka mabuk (tidak semua orang loh ya,semoga postingan ini gak dituntut). Nah berarti bahaya tuh, gaji bepapapun yang mereka dapat juga habis juga di masa muda(masa sekrang).

Kasus selanjutnya adalah kasus penembakan yang juga marak. Nah ini saya gak berani berspekulasi biarkan pihak yang berwenang yang mengusut. Tapi boleh kan saya ikut berpendapat? Mungkin ya, ini Cuma mungkin dan boleh disanggah. Disana kan tentunya ada semacam bodyguard gitulah, nah mungkin aja bisa aja itu persaingan bisnis antara semacam lembaga bodyguard gitu. Jadi mungkin nih sekarang pihak A yang dapat proyek, nah pihak B cemburu, trus melakukan penembakan biar nama baik pihak A jatuh karena gak bisa ngamanin, maka pihak B bisa masuk menggantikan pihak A. Ini Cuma sekedar pemikiran orang biasa yang gak tau apa apa loh ya. Mohon jangan diperkarakan, bisa berabe ni, gak punya duit ngurus perkara L

Oh ya nambahin masalah kasus polisi yang trima dana itu. Dikatakan klo polisi/tni dapat tambahan dana 1,25 juta per bulan. Menurut saya itu wajarlah. Inget biaya hidup disana itu mahal coi.. nasi padang sebungkus 25 ribu. Jadi dengan dapat 1,25 jt/bulan sama dengan 41rbu/hari. Nah buat beli nasi padang Cuma dapet 1, sisa 15ribu. Ya sebungkus nasi padang ama sebungkus nasi rames biasa bearti. Yang makan malemnya dari gaji biasa. Ya gakpapa kali itu, gak usaha dipermasalahkan. Mereka juga berat kerjanya menghadapi warga lokal sana trus sama berbagai ancaman kerusuhan.

Inget disana di tanah papua masih bekum semodern disini, masih sering terjadi perang antar suku, Saling panah-panahan, nah lho, klo polisi/tni kena panah gimana? Trus di salah satu kantor yayasan dari freeport itu juga dijaga. Kenapa? Soalnya kan itu lemabaga penyalur uang, nah entar klo ada warga yang gak trima trus bawa panah, parang gimana? Berat kali tugas disana.

Jadi sudahlah para pejabat politik gak usah memperkeruh keadaaan, gaji mereka dikit beda ama kalian yang pada korupsi macem2, so udahlah,, kita ini warga biasa, orang kecil (karena saya gak suak menyebut wong cilik, kok kyaknya lebai terlalu dibuat2 terlalu melas gimana gitu, jelek lah konotasinya-just pendapat).

No comments:

Post a Comment